Lagi-lagi aku selalu tersenyum saat membaca sms darimu.
Lagi-lagi aku harus gelisah saat tak ada balasan darimu.
Lagi-lagi aku harus belajar untuk sabar menunggu sms dirimu.
Konyol.
Semua isi pikiranku seperti terisi hal-hal konyol olehmu.
Entah sejak kapan semua terisi penuh dengan semua tentangmu.
Sepertinya, sel-sel yang bekerja di otakku terpaku denganmu.
Ini benar-benar konyol.
Pernah aku bertanya kepada cermin,
apa ada yang salah dengan diriku?
Otak selalu menolak menjawab.
Serasa isinya tak ingin diberi tahu kenapa.
Tapi hati, terlalu sesak untuk ditahan.
Dan selalu menolak untuk diam.
Lagi-lagi aku bertanya,
apa arti semua ini?