Tahukah kau, Lonceng apa yang tengah berdengung hambar?! Ialah semua ucapan basimu, tentang sebuah cinta yang samar.
Diamlah! Kuping ku tengah letih. Mendengar kabar, tentang hati yang mulai berpendar.
Perkataan manisnya terlalu banyak yang meluap. Pada mulut yang kurap. jadi, gendang telinga mana lagi yang akan kau coba suap?!
Tak cukupkah? Kau sumpal telinga ku. Dengan sampah, bualanmu.
Aku bukan tengah sumpah merapah atau caci memaki. Aku hanya tengan bercerita tentang keburukan hidup yang hakiki.
Sisa senja di langit kelabu, kupandang keruhnya yang sedikit mambu.
Bertanya hatiku, masih adakah sedikit kehangatan pada sisa senja di langit kelabu? “Mungkin ada, tetapi mungkin juga tidak ada.”