Rasa kesal ini sangat mendunia, hingga mencapai titik tertinggi pada diri saya. Menjadi orang tak pemarah memang sulit adanya. Sulit memang menjalani hidup dengan berbagai beban dipundak.
Melampiaskan rasa marah dan kesal itu memang sifat manusia yang mendasar. Hal ini lah yang saya rasakan. Setelah memaki ataupun menjerit rasa itu masih membekas di dalam palung hati. Semua memang tak mudah untuk melakukannya dengan benar.
Susah memang mengalihkan rasa kesal menjadi sifat yang lebih positif, itu membutuhkan keahlian khusus. Jika dipikirkan secara analisis, tidak rela melihat seseorang yang disayang menjadi korban atas kemarahan yang pada diri kita. Selain menyesal dan juga merasa enggan mengakuinya. Sungguh aneh, bila rasa kesal dan kemarahan ini diubah menjadi tawa yang menggelegar.
Biarlah rasa ini terpendam dalam sunyi senyap malam yang tak berbintang, dan tak pula ditemani sinar rembulan. Betapa indahnya lukisan langit itu, seakan menggambarkan jiwa yang hampa.
