‘What’s so special about you?…’
Jitsuwa ne, terkadang aku bisa merasa cukup… ‘wwwaaahhh’, seperti itu ketika ada seseorang yang merasa harga dirinya terluka ketika ia dikhianati. Sering terlintas pertanyaan di benak ini, ‘memangnya kamu siapa? Sejak kapan kau bisa berpikir di dunia ini semua akan suka kepadamu dan tidak akan merubah pendapat mereka?’… Mungkin itu akan membuatku terkesan sebagai orang yang tidak berperasaan atau terlalu ‘keras’ tapi jujur saja… tidak ada manusia yang sempurna, terutama ‘diri’ ini.
Don’t you know that in life we’ll make more mistakes than good deeds? And our mistakes can be great yet our good deeds rarely reach that state.
Lalu kalau kita bisa mengakui bahwa kita ini lebih banyak berbuat salah terhadap diri sendiri maupun orang lain, tidakkah kita akan bisa menjadi manusia yang lebih memaafkan? Karena bukankah kita bisa hidup tanpa rasa bersalah sejauh ini pun karena dimaafkan oleh orang lain. Namun kenapa manusia masih banyak yang merasakan benci saat ia disakiti? Marah aku bisa mengerti, namun benci atau dendam buatku sedikit tidak masuk akal.
But then again, we’ll never know the whole truth of our self in just one lifetime…
Karena itu, buatku pribadi yang namanya harga diri itu sedikit….er…. sulit untuk dipertahankan. Atau lebih tepatnya, pride is something that can brings one closer to arrogant… dan kita bisa bilang kalau orang sombong itu harga dirinya tinggi! Dan biasanya orang seperti ini juga merasa dirinya spesial… Sebenarnya aku ini bukan manusia yang cukup baik yang bisa peduli dengan sikap orang lain ataupun merasa ingin membenarkan, kan sudah kubilang kalau dalam hidup aku ini lebih banyak salahnya daripada benar. Hanya saja karena saat ini aku sedang terheran-heran dan merasa, ‘wwaaahh’, itulah kenapa aku jadi menulis hal ini.
>0<
Note: Kecuali jika yang disakiti itu adalah orang yang benar-benar memiliki hati yang baik dan penuh kasih sayang, kalau orang seperti ini disakiti aku juga pasti akan protes berat. Namun biasanya orang seperti ini tidak pernah merasa benci bahkan super marah jika diperlakukan tidak adil. Mereka akan mencoba melihat dulu apakah letak permasalahannya adalah salah mereka dan jika tidak, akan menyerahkan segalanya kepada Tuhan Yang Maha Adil.
