'Knowing how to appreciate others’ beauty is a part of yours…’
Apa salahnya punya mimpi? Memangnya dosa jika kita bisa bermimpi sejauh apa yang kita inginkan, apa itu akan menyakitkan orang lain yang bahkan tidak terlalu peduli akan mimpi itu? Baito… Terkadang rasanya sangat menyebalkan mendengar orang yang bilang kalau kita terlalu melihat jauh ke depan atau tidak realistis. Nanka aru with that?! Selama apa yang aku impikan tidak merugikan orang lain, tidak menyakitkan orang lain, lalu dimana letak kesalahannya?
Demo, moi, je sais tellement que ca, c’est pas vrais. Karena yang namanya mimpi itu adalah sesuatu yang jauh yang tidak dapat kita raih namun sangat kita inginkan. The moment a dream can come true, it will end as a dream and become a reality. Letak keistimewaan suatu mimpi adalah kualitas yang tidak dapat disentuh itulah yang membuatya tetap bertahan di benak seorang anak manusia. Dan terkadang ada mimpi yang bisa menyakitkan diri ini maupun orang lain, bukan karena hal itu salah namun karena hal itu terlalu berat.
I heard a great line yesterday that said, “The pain you feel right now is the weight of your own heart. It is as heavy as your happiness so far…”
Aku bisa memahami dan menerima hal itu, karena dunia ini bukanlah tempat dimana jiwaku berasal maupun hatiku berada… Karena itu kita akan selalu merasakan suatu rindu, perasaan kehilangan yang tidak akan pernah berakhir dan itu juga sebabnya sebuah mimpi itu walaupun berat akan selalu terlihat indah. Tidak ada salahnya memiliki mimpi yang jauh dan sangat indah, dan walau terkadang mimpi itu akan melukai kita, itupun juga bukan sepenuhnya hal yang buruk. Karena semua hal di kehidupan ini memiliki asal yang sama… Everything is The Beloved’s gift… Kita hanya bisa memilih untuk menerimanya sampai akhir atau melepaskannya dari awal. Mungkin itu sebabnya orang-orang yang berjalan dalam mimpi mereka itu akhirnya menjadi manusia impian… It makes them special, isn’t it?
~.~